Potential Mapping And Development Strategy Of Karang Joang Village As A Tourism Village Claster Of Sustainable Tourism Support Towards Sungai Wain (Hlsw) Protected Forest In Balikpapan

Zulfaidah Penata Gama

Abstract


Hutan Lindung Sungai wain (HLSW) mempunyai biodiversitas flora dan fauna yang sangat tinggi namun Potensi wisata alam belum mendapatkan perhatian maksimal di Kecamatan Balikpapan Utara, terbukti jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun asing masih relatif sedikit. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui potensi dan strategi pengembangan masyarakat di lokasi HLSW. Metode yang dilakukan metode Social Mapping dan analisa stakeholder.Hasil identifikasi terhadap Kelurahan Karang Joang diperoleh angka IDM sebesar 0,568 (kategori Desa Tertinggal). Langkah stategis dan konkret dapat dilakukan dengan pemberian dana bantuan bergulir kepada masyarakat, prioritas penanganan masalah lingkungan, Negosiasi dengan pihak terkait yang peduli masalah lingkungan dan sosial, Model pendampingan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat., Model pemberdayaan masyarakat agar mandiri secara ekonomi, Model ekowisata berbasis masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Karang Joang Model penyadaran lingkungan pada anak-anak sekolah dasar sebagai duta lingkungan di Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.


Keywords


Karang Joang, Social Mapping, Wisata berkelanjutan

References


Timur. Balikpapan Agrispace. https://balikpapanagrispace.wordpress.com/2015/01/21/bpp-karang-joang-balikpapan-kaltim/. Diakses tanggal 4 Mei 2017.

Hamidi, H., FXN Setijonegoro, Fujitriartanto, A. Said, Harioso, Huda, A. Hardiyanto, B. Waluyanto, ISG. Lubis, D.Setiawan, H. Prayitno, AF. Mu’arofah. 2015. Indeks Desa Membangun 2015. Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Hartono, 2010.SRI sebagai Landasan Pertanian Berkelanjutan.Dalam Pertanian Berkelanjutan Berbasis Padi melalui Jembatan SRI (The System of Rice Intensification). Sampoerna Tbk. Malang.

Hyvönen, T. & J. Salonen. 2002. Weed Species Diversity and Community Composition in Cropping Practices at Two Itensity Levels: A Six Year Experiment. Plant Ecology, 154: 73-350.

Ibrahim S. 2015. Petani Balikpapan Usul Bangun Tugu Pepaya di Karang Joang.

Klikbalikpapan. http://www.klikbalikpapan.co/berita-313-petani-balikpapan-usul-bangun-tugu-pepaya-di-karang-joang.html. Diakses tanggal 4 Mei 2017.

Kusrini, M. D. 2007. Konservasi Amfibi di Indonesia: Masalah Global dan Tantangan. Media Konservasi XII(2): 89 – 95.

Kusuma, Z. 2010. Strategi Peningkatan Kualitas Air Irigasi Untuk mencapai Pertanian Sehat. Makalah pada pengukuhan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

Litbangwain, 2009. Potensi Sungai Wain. https://litbangwain.wordpress.com. Diakses tanggal 4 Mei 2017.

Nentwig, 1998. Weedy Plant Species and Their Beneficial Arthropods: Potential for Manipulation in Field Crops. pp 49-72.

Nida, A. 2013. Rencana Tata Ruang Kota Balikpapan Ancam Keberadaan Hutan Lindung Balikpapan. http://www.kompasiana.com/darmaritap/hutan-lindung-dalam-rangkulan-kota-baru-karang-joang-balikpapan-akankah hilang_58444bd3f77e61f714e5ae32 Diakses 4 Mei 2017.

Northeast Georgia Regional Development Center, 2000. Watershed Protection Plan Development Guidebook. Georgia.

Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur, 2015. Kelurahan Karang Joang Potensial Jadi Desa Produktif. Diakses pada https://kaltimprov.go.id/berita-kelurahan-karang-joang-potensial-jadi-desa-produktif.html. tanggal akdes 4 Mei 2017.

Purwanto. 2007. Pengelolaan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSWS) Kota Balikpapan. Seminar dan Lokakarya Pembentukan Kelembagaan Multipihak. Balikpapan.

.Yanuwiadi, B. 2003. Pemanfaatan Serangga Berguna dalam Sistem Pertanian melalui Manipulasi Habitat. Balittas Malang. Hal 21 – 23.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.