The Potential Of Palm Waste Biochar For Slow Release Fertilizer

Hendrix Yulis Setyawan

Abstract


Charcoal-based fertilizers can be improved in quality by nutrient impregnation and modified to provide nutrients gradually (slow release fertilizer-SRF). SRF fertilizer can be made by using a coating in the form of charcoal from the pyrolysis of palm oil waste. Raw palm oil waste from Bantur District, Malang, East Java, for the soaking process with fertilizers, there are two different types of fertilizers, namely organic (EM4) and inorganic (Urea) fertilizers, after which they are pyrolyzed and the characteristic results are obtained. Based on the research results, waste oil palm has the potential to be developed into a Slow Release Fertilizer. The content of water, ash, and volatile matter was found in the fertilizer which was soaked for 72 hours (3 days), while the bound carbon content was found in the soaking for 72 hours (3 days).


Keywords


SRF, Limbah Sawit, Urea, EM4

Full Text:

PDF

References


Aprianis, Y. 2012. Karakteristik Arang Aktif dari Tunggak (Acacia crassicarpa). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30(4): 261-268

Erawati, E. dan Fernando A. Pengaruh Jenis Aktivator Dan Ukuran Karbon Aktif Terhadap Pembuatan Adsorbent Dari Serbik Gergaji Kayu Sengon (Paraserianthes Falcataria). Jurnal Integrasi Proses 7(2): 58-66

Foo. K. Y. & Hameed, B. H. 2013. Ultilization of Oil Palm Biodiesel Solid Residue as Renewable Sources for Preparation of Granular Activated Carbon by Microwave Induced KOH. Bioresource Technology 130: 696-702

Hartanto, S. dan Ratnawati. Pembuatan Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa Sawit dengan Metode Aktivasi Kimia. Jurnal Sains Materi Indonesia. 12(1): 12-16.

Hendaway, A. 2003. Influence of HNO3 Oxidation on the Structure and Adsorptive Properties of Corncob-based Activated Carbon. Elsevier Carbon 41:713-722

Irawanto, R. 2013. Peran Nipah sebagai Vegetasi Kunci, Habitat Burung dan Penyebarannya di Sungai Kentingan Sidoarjo. Prosiding Seminar Biologi. 10(2): 1-6.

Junuary, E., Julham P P., dan Netti H. 2015. Pengaruh Suhu dan Waktu Karbonisasi Terhadap Nilai Kalor dan Karakteristik pada Pembuatan Bioarang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga pinnata). Jurnal Teknik Kimia USU. 4(2): 46-52

Lee, J. W. 2013. Advanced Biofuels and Bioproducts: Volume 1. Springer. Springer. Norfolk.

Loppies, J. E. 2016. Karakteristik Arang Kulit Buah Kakao yang Dihasilkan dari Berbagai Kondisis Pirolisis. Jurnal Industri Hasil Perkebunan. 11(2): 105-111.

Nazif, R., Erlangga W. dan Halimatuddahliana. 2016. Pengaruh Suhu Pirolisis dan Jumlah Katalis Karbon Aktif Terhadap Yield dan Kualitas Bahan Bakar Cair dari Limbah Plastik Jenis Polipropilena. Jurnal Teknik Kimia USU. 5(3): 49-55.

Ok, Y. S., Daniel C. W. T., Nanthi B., and J. M. Novak. 2019. Biochar from Biomass and Waste: Fundamental and Applications. Elsevier. Amsterdam.

Pari, G. 2000. Pembuatan Arang Aktif Dari Batubara. Buletin Penelitian hasil Hutan 17(4): 220-230.

Permatasari, A. R., Lia U. K., dan Esti W. 2014. Karakteristik Arang aktif Kulit Singkong (Manihot utilissima) dengan Variasi Jenis Aktivator. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian 7(2): 70-76

Rachmani, F. K. dan Sudibandriyo, M. 2014. Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Produksi Karbon Aktif dengan Aktivasi Kimia. Skripsi. Universitas Indonesia. Depok

Ridhuan, K., Dwi I., Yulita Z. dan Fendi F. 2019. Pengaruh Jenis Biomassa pada Pembakaran Pirolisis Terhadap Karakteristik dan Efisiensi Bioarang- Asap Cair yang Dihasilkan. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. 20(1): 18-27.

Ridhuan, K., Dwi I. dan Rizki I. 2019. Proses Pembakaran Pirolisis dengan Jenis Biomassa dan Karakteristik Asap Cair yang Dihasilkan. Jurnal Program Studi Teknik Mesin UM Metro. 8(1): 69-78.

Safariyanti, S. J., Winda R., Anis S. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Arang aktif dari Tempurung Buah Nipah (Nypa fruticans) Menggunakan Aktivator Asam Klorida. Jurnal Kimia Khatulistiwa 7(2): 41-46

Sahara, E., Wahyu. D. S., dan Mahardika I. P. A. S. 2017. Pembuatan dan Karakterisasi Arang Aktif Dari Batang Tanaman Gumitir (Tagetes erecta) yang Diaktivasi dengan H3PO4. Jurnal Kimia 2017 11(1): 1-9

Setiawati, E. dan Suroto. 2010. Pengaruh Bahan Aktivator Pada Pembuatan Karbon Aktif Tempurung Kelapa. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan 2(1): 21-26

Siahaan, S., Melvha H., dan Rosdanelli H. 2013. Penentuan Kondisi Optimum Suhu dan Waktu Karbonisasi pada Pembuatan Arang dari Sekam Padi. Jurnal Teknik Kimia USU. 2(1): 26-30.

Subiandono, E., N. Heriyanto, dan Endang K. 2011. Potensi Nipah (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb.) sebagai Sumber Pangan dari Hutan Mangrove. Buletin Plasma Nutfah 17(1): 54-60

Sutapa, J. P. G. dan R. Pujiarti. 2005. Mutu Arang Aktif dari Limbah Kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) sebagai Bahan Penjernih Air. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 3(2): 33-38

Verayana, Mardjan P., dan Hendri I. 2018. Pengaruh Aktivator HCl dan H3PO4 terhadap Karakteristik (Morfologi Pori) Arang Aktif Tempurung Kelapa serta Uji Adsorpsi pada Logam Timbal (Pb). Jurnal Entropi 13(1): 67-75


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Journal of Innovation and Applied Technology

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.