Peningkatan Efisiensi Produksi Cokelat Kreatif Dengan Mesin Salut Cokelat Semi Otomatis

Dewi Maya Maharani, Siti Asmaul Mustaniroh

Abstract


Shavir Chocollection adalah pelopor Usaha Kecil Menengah (UKM) Kreatif dalam bentuk salut Cokelat di Kota Batu dengan target wisatawan di Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Kendala dalam proses produksi kreatif adalah tidak maksimalnya kapasitas produksi karena kurangnya penggunaan teknologi produksi, terutama pada pensalutan cokelat yang membutuhkan waktu 80% dari total produksi. Oleh karena itu, diperlukan alih teknologi yang akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam produksi Cokelat yaitu  Mesin Salut Cokelat Semi Otomatis. Hasil dari pelaksanaan kegiatan PKM di UKM Cokelat adalah (1) Brainstorming dan FGD dengan UKM Cokelat kreatif tentang sistem produksi telah dilakukan, (2) Kegiatan penyuluhan, bimbingan teknis untuk UKM dengan konfigurasi dan implementasi SOP produksi cokelat dan inovasi dalam diversifikasi produk cokelat, (3) Fasilitasi peralatan teknologi produksi mesin untuk mitra, (4) Kegiatan konseling, pelatihan dan bimbingan teknis. (5) Monitoring dan evaluasi telah dilakukan untuk mengetahui perkembangan kegiatan.


Keywords


Alih teknologi; cokelat; efisiensi

References


Afoakwa, E. 2010. Chocolate Science and Technology. Willey Blackwell. UK.

Al-Mubaraki, H dan M Aruna. 2013. Technology Inovation for SME Growth: A perception for The Emerging Economics.Journal of Economics and Sustainable Development Vol 4 (3): 156-162.

Arnina,P. 2016. Langkah-langkah Efektif Menyusun SOP. Huta Publisher. Depok.

Briggs, JL dan Wang, T. 2004. Influencing of shearing and time on the rheological properties of milk chocolate during tempering.Journal of American Oil Chemist Society Vol 81 (2): 117-121.

Deliana, Bambang S, dan Rini Y. 2014. Analisa Karakteristik Fisik dan Sensorik Permen Cokelat dari Komposisi Bubuk Bungkil Kacang Tanah dan Variasi Konsentrasi Tepung Porang (Amorphophallus oncophylus).Jurnal Bioproses Komoditas Tropis Vol 2(1): 62-71.

Dhonsi, D dan Stapley AGF.2006.The effect the shear rate,temperature, sugar, and emulisifier, on the tempering of cocoa butter. Journal of Food Engineering Vol 77 :936-942.

Effendi R, Evy Y, dan Safitri R. 2013. Penentuan Umur Simpan Soyoguhrt Probiotik sebagai Filler Cokelat Praline. Jurnal SAGU Vol 12(1): 34-40.

Fenning, FA. 2012. Impact and Quality Management Practices on the Performance and Growth of Small Medium Enteprises in Ghana.International Journal of Bussiness and Social Science Vol 3 (13): 1-13.

Ibidunni OS, Oluwole I, dan Agudotun SI. 2014.Product Inovation a Survival Strategy for Small and Medium Enteprises in Nigeria. European Scientific Journal Vol 10 (1) : 194-209.

Indarti E, dan Arpi N. 2010. Improved Stability Characteristics of Aceh Cacao Butter by Tempering Process.Bioscience 2010 Conferences -the 7thIMT-GT UNINET and the 3rdJoint International PSU-UNS.

Indarti E, Normalina A, dan Slamet B. 2013. Kajian Pembuatan Cokelat Batang dengan Metode Tempering dan Tanpa Tempering. Jurnal Teknologi dan Industri Petanian Vol 5 (1): 1-6.

Morganelli, A. 2006. The Bioghraphy of Chocolate. Crabtree Publishing Company. Melbourne.

Nastain, M. 2017. Branding dan Eksistensi Produk.Jurnal Channel Vol 5(1) : 14-26.

Risdayani. 2016. Strategi Pengembangan Usaha Cokelat Pasta pada Industri Rumah Cokelat di Kota Palu. Jurnal Agrotekbis Vol 4 (3): 31-368.

Trivedy, JY. 2013. A Study on Marketing Strategic of Small and Medium Enteprises. Research Journal of Management Sciences Vol 2(8):20-22.

Whitefield, R. 2005. Making chocolates in the factory. Kennedy’s Publication Ltd. London.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Journal of Innovation and Applied Technology